Showing posts with label Jateng. Show all posts
Showing posts with label Jateng. Show all posts

Sunday, April 26, 2020

Bantuan Gubernur Jateng, Mana yang Jadi Prioritas?

Seneng liat Gubernur Jateng udah mulai bantu distribusi bantuan di asrama mahasiswa sulawesi dan papua. Pertanyaannya “Kok bisa yang diprioritasin daerah lain?”
Sementara khalayak umum tau pusat pandemi itu di jabodetabek tp kenapa malah yang diprioritaskan awal daerah lain?
Ganjar saat memberi bantuan di asrama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga

Padahal sebelumnya Penghubung Jateng udah ngedatain warga jateng yang berada di Jabodetabek. Temen saya aja yang termasuk mahasiswa2 Pemalang di UIN Jakarta coba komunikasi ke Badan Penghubung Jateng, apa yg bisa dikolaborasikan dan dibantu. Eh dari penuturan temen saya gak ada respon dari badan penghubung Jateng sampai sekarang. Berikut twit dari salah seorang senior mahasiswa yang berada di UIN Jakarta yang ngetwit ke akun pribadi Ganjar:
"Hilman: Mohon kerjasamanya pak
,dr kami sendiri belum ada respon dr badan penghubung jateng pak"
SS komunikasi yang tidak direspon oleh badan Penghubung Jateng.

Semantara itu ada juga yang udah berkali-kali hubungi Badan penghubung Jateng dia sudah berkali-kali hubungi badan penghubung Jateng bahkan sudah beberapa kali DM ke ganjar, cuman aduannya juga memiliki nasib yang sama, GAK DIGUBRIS!!!

Protest dari teman saya yang sudah beberapa kali kontak ke Badan Penghubung Jateng dan Ganjar melaui sosial medianya.

Asumsi saya menyakini kalo ada Pemerintah dan komunitas atau sekumpulan warga kedaerahan bisa saling kolaborasi dapat meringankan beban Pemda dalam penyaluran bantuan dan minimalisir penyebaran. Pertanyaannya “ apa susahnya sih respon ginian doang?” Apa nunggu momen ini bisa jadi daya tarik ningkatin citra Pemimpinya, minimal ya pemprov udah datain udah ada laporan ke media2 nasional dan pemprov udah lakuin ini.
Jika komunikasi seperti ini terus berlanjut jika

  1. Pendataan yang dilakukan pemprov hanya sekedar pendataan saya yakin warga Jateng yang ada di Jabodetabek akan “Pulang Kampung” karena terpaksa pulang ketimbang di Jabodetabek gak ngapa-ngapain.
  2. Jika warga jateng “Pulang Kampung” maka daerah harus siap, a. siap dengan isolasi mandiri dari desa. Yang sebenernya gak semua desa melakukan itu. b. Siap dengan semakin meluasnya penyebaran pandemi. C. Rumah sakit ketika sewaktu-waktu terjadinya overload pasien yang memang akhir-akhir ini aja pasiean makin banyak apalagi informasi yang menyebutkan Tenaga media banyak yang sudah tertular.
  3. Jika warga Jateng tak berhasil pulang karena blokade dll yang menghambat mereka pulang bisa saja mereka menjadi beban yang sangat sulit untuk dari mereka sendiri. Kelaparan, susahnya mendapat bantuan karena prioritas jabodetabek ya ngurusin warganya sendiri. Baknan mereka kesesahan ngurusin warganya sendiri apalagi ngurusin warga lain?
  4. Soal kelaparan kita warga perantauan masih adalah sedikit solidaritas kita masih bisa saling support bantu bahan kebutuhan pokok tp saya yakin itu gak selamanya krn kemamuan terbatas kita gak punya anggaran sampe triliunan spt yang digembar-gemborkan pemprov atau pemda. Kalo kita gak kuat ya udah kita laper bareng, jual apa yang bisa dijual. Ada jahe kita jual jahe, ada kurma kita jual kurma ada cireng ya jual cireng yang penting bisa menopang hidup dan memperkuat skil yah moga aja setelah pandemi temen-temen yg gw berdayakan bisa mendapat kemampuan lebih. Sukur-sukur bisa survive kedepannya.


Btw kok tulisan saya jadi panjang gini ya? Maaf tulisan saya agak berantakan, saya gak biasa jd penulis soalnya. Karena panjang saya muat ulang di blog biar gak ilang.