Showing posts with label Organisasi. Show all posts
Showing posts with label Organisasi. Show all posts

Monday, January 22, 2024

Dampak dari SILO dalam organisasi, termasuk Kepanjangan dari SILO

Arti SILO


SILO dalam konteks organisasi mengacu pada situasi di mana departemen atau unit kerja beroperasi secara terpisah dan tidak berbagi informasi atau bekerja sama secara efektif dengan departemen atau unit kerja lainnya. Ini menghasilkan pembagian vertikal yang kuat antara bagian-bagian organisasi, di mana setiap bagian berfokus pada tujuan dan kepentingan mereka sendiri tanpa mempertimbangkan dampaknya pada keseluruhan organisasi.


SILO adalah singkatan dari "Separated, Isolated, and Lacking Openness" yang berarti terpisah, terisolasi, dan kurang transparan. Dalam kondisi SILO, setiap departemen atau unit beroperasi secara independen dan cenderung menjaga informasi dan sumber daya mereka sendiri. Komunikasi antar departemen menjadi terbatas atau tidak ada sama sekali, dan kerjasama lintas fungsi atau tim sulit terjadi.

Dampak dari SILO dalam organisasi dapat termasuk:

1. Ketidakcocokan tujuan: Departemen atau unit kerja yang beroperasi secara terpisah mungkin memiliki tujuan yang tidak selaras satu sama lain atau bahkan bertentangan. Hal ini dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.

2. Kurangnya koordinasi: Dalam kondisi SILO, koordinasi antara departemen atau unit kerja terganggu. Hal ini dapat menyebabkan overlap atau kesenjangan dalam pekerjaan, penggunaan sumber daya yang tidak efisien, dan kesulitan dalam mengatasi masalah yang membutuhkan kerjasama tim.

3. Kurangnya informasi yang terbagi: Informasi penting sering kali tidak dibagikan secara efektif antara departemen atau unit kerja. Ini dapat menghambat pengambilan keputusan yang baik, mengurangi visibilitas dan pemahaman yang holistik tentang organisasi, dan memicu kesalahan atau keputusan yang kurang tepat.

4. Rasa kepemilikan yang berlebihan: SILO dapat menghasilkan kecenderungan untuk melindungi sumber daya, keahlian, dan informasi di dalam departemen atau unit kerja masing-masing. Hal ini dapat menghalangi kolaborasi dan berbagi pengetahuan yang penting untuk inovasi dan pengembangan organisasi.

Penting untuk mengatasi kondisi SILO dalam organisasi dengan mendorong kolaborasi, komunikasi yang terbuka, dan pengelolaan pengetahuan yang efektif antara departemen atau unit kerja. Ini melibatkan pembentukan budaya kerja yang mendukung kerjasama lintas fungsi, mendukung aliran informasi yang terbuka, dan mendorong tim untuk memahami tujuan organisasi secara keseluruhan dan bekerja menuju pencapaian yang terpadu.
hashtagCMIIW

Thursday, July 27, 2023

Strategi untuk Bertahan dan Berkembang Menghadapi Politik di Dalam Organisasi

Desain Pribadi dengan Canva Pro

Setiap organisasi, baik besar maupun kecil, seringkali memiliki dinamika politik yang kompleks di antara anggota tim dan manajemen. Politik organisasi adalah cara-cara atau taktik yang digunakan individu atau kelompok untuk mempengaruhi pengambilan keputusan, mendapatkan keuntungan pribadi, atau memperkuat posisi mereka di dalam organisasi. Bagaimana kita menghadapi politik di dalam organisasi dapat mempengaruhi karir kita dan dampaknya pada lingkungan kerja. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi beberapa strategi untuk menghadapi politik di dalam organisasi dengan bijaksana, antara lain:

1. Tetap Fokus pada Tujuan Utama Organisasi

Politik seringkali muncul ketika individu atau kelompok berusaha untuk mencapai kepentingan pribadi mereka. Alih-alih terjerat dalam intrik politik, tetapkan fokus pada tujuan utama organisasi. Tetap konsisten dengan nilai-nilai dan misi organisasi, dan jadikan kinerja dan kontribusi positif sebagai prioritas utama.

2. Jaga Integritas dan Etika Kerja

Tetaplah teguh pada integritas dan etika kerja Anda. Hindari terlibat dalam taktik politik yang merugikan atau tidak jujur. Dengan mempertahankan integritas, Anda akan memperoleh kepercayaan dan rasa hormat dari rekan kerja, yang pada gilirannya dapat membantu Anda mengatasi politik dengan cara yang lebih sehat.

3. Kuasai Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang baik adalah kunci untuk menghadapi politik di dalam organisasi. Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik, dan jaga komunikasi terbuka dengan semua orang. Jika Anda memiliki masalah atau kekhawatiran, jangan takut untuk mengajukan pertanyaan atau mencari klarifikasi dari pihak yang terkait. Komunikasi yang efektif dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik yang sering terjadi dalam lingkungan politik.

4. Bangun Koneksi dan Jaringan yang Positif

Berusaha untuk membangun hubungan yang positif dan koneksi yang kuat dengan rekan kerja dan manajemen. Bekerja sama dengan orang-orang yang berorientasi pada tujuan yang sama dan mendukung keberhasilan tim. Jaringan yang positif dapat membantu Anda menciptakan dukungan dan pemahaman dalam menghadapi situasi politik yang rumit.

5. Jangan Melibatkan Diri dalam Gossip dan Intrik

Hindari terjebak dalam gosip dan intrik. Gossip seringkali menjadi bahan bakar bagi politik yang merusak lingkungan kerja. Lebih baik fokus pada pekerjaan Anda dan memberikan kontribusi positif daripada terlibat dalam rumor yang tidak berguna.

6. Cari Dukungan dari Atas dan Bawah

Jika Anda merasa terjebak dalam situasi politik yang sulit, cari dukungan dari atas dan bawah. Berbicaralah dengan atasan atau mentor untuk mencari nasihat atau dukungan yang tepat. Selain itu, coba berbicara dengan rekan kerja yang memiliki pandangan yang sama atau pengalaman serupa. Dukungan dari berbagai tingkatan dalam organisasi dapat membantu Anda menghadapi politik dengan lebih percaya diri.

7. Jaga Keseimbangan Kehidupan Pribadi dan Profesional

Menghadapi politik di dalam organisasi dapat menjadi menantang dan melelahkan. Jaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional Anda untuk menghindari kelelahan dan kejenuhan. Perhatikan kesehatan fisik dan mental Anda agar tetap siap menghadapi tantangan yang muncul.

Menghadapi politik di dalam organisasi adalah tantangan yang harus dihadapi oleh hampir semua profesional. Dengan tetap fokus pada tujuan utama organisasi, menjaga integritas, berkomunikasi dengan efektif, dan membangun koneksi positif, Anda dapat mengatasi politik dengan bijaksana. Ingatlah bahwa menghadapi politik dengan etika dan kecerdasan dapat membantu Anda bertahan dan berkembang dalam lingkungan kerja yang dinamis.

Tuesday, June 27, 2023

Budaya Kerja ala Google: Inovasi, Kolaborasi, dan Kreativitas

Sumber: Suara.com

Google, perusahaan teknologi terkemuka di dunia, sebelum membahas bagaimana cara Google membangun suasana gembira di Mountain View, ada baiknya kita mengetahui bagaimana kultur kerja yang diciptakan oleh Google. Ada filosofi yang dipegang kuat oleh Google dalam menciptakan kultur kerja yang baik, yakni:

“To create the happiest, most productive workplace in the world.”

Di awal perkembangannya, Larry Page dan Sergey Brin mencari organisasi yang terkenal peduli dengan orang lain, mampu mengembangkan brand berkualitas tinggi, serta mengawali inovasi yang luar biasa. Saat itulah mereka menemukan SAS Institute, perusahaan multi nasional yang terkenal sebagai perusahaan dengan tempat kerja sangat nyaman bahkan nomor satu di dunia. Hasil pertemuan Google dengan para eksekutif SAS membuat mereka sadar bahwa seseorang dapat sangat sukses dan setia dengan pekerjaannya ketika mereka merasa dinilai dan sepenuhnya didukung. Inilah yang kemudian membuat Google melengkapi tempat kerjanya dengan banyak hal menarik, desain kantor yang tak umum, serta kebebasan, fleksibilitas, dan transparansi di atas segalanya.

1. Kebebasan dan Otonomi

Salah satu aspek utama dari budaya kerja Google adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada karyawan. Di Google, karyawan diberikan ruang untuk mengeksplorasi ide-ide mereka sendiri, mengambil risiko, dan mengembangkan proyek-proyek yang menarik minat mereka. Mereka diberikan waktu untuk mengeksperimen dan diizinkan untuk bekerja pada proyek sampingan yang memotivasi mereka. Kebebasan ini memberikan ruang untuk kreativitas dan mendorong karyawan untuk berpikir di luar batas-batas yang ada.

Kebebasan ruang karyawan sendiri difasilitasi untuk menggunakan kanal-kanal ekspresi yang dapat dimanfaatkan untuk mengomunikasikan ide dan pemikiran mereka. Mulai dari Google+, survey, Fixits, TGIF, hingga email langsung ke pimpinan Google.

2. Kolaborasi dan Tim Kerja

Google mendorong kolaborasi yang kuat dan kerjasama tim di seluruh perusahaan. Karyawan didorong untuk berbagi pengetahuan, bekerja secara lintas tim, dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama. Dengan adanya ruang terbuka yang dirancang secara fisik, area rekreasi, dan program-program seperti "20% Time" (di mana karyawan dapat menghabiskan 20% waktu mereka untuk bekerja pada proyek-proyek pribadi), Hal ini dapat dilakukan dengan membantu proyek lain atau sekedar tidur. Selama itu etis dan tidak melanggar hukum, Google memperbolehkannya. Google menciptakan lingkungan yang merangsang interaksi sosial, pertukaran ide, dan kolaborasi yang kreatif.

3. Fokus pada Kesejahteraan Karyawan

Google mengakui pentingnya kesejahteraan karyawan dalam menciptakan budaya kerja yang sukses. Perusahaan ini menawarkan berbagai fasilitas dan program untuk mendukung kesejahteraan fisik dan mental karyawan, termasuk gym, area relaksasi, program kebugaran, konseling, dan kegiatan-kegiatan sosial. Fokus yang kuat pada keseimbangan kerja-pribadi dan kebahagiaan karyawan membantu menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa dihargai dan termotivasi.

Dalam mensejahterakan karyawannya Google juga memberikan keuntungan yang cukup unik namun menarik untuk menjamin kesenangan karyawan. Salah satu keuntungan yang menarik adalah cuci mobil, bengkel sepeda, layanan cuci kering, gym, terapi pijat, hingga hair stylist dalam satu bangunan kantor di Mountain View. Intinya adalah menciptakan kenyamanan di kantor.

4. Inovasi dan Eksperimen

Google mendorong inovasi dan eksperimen dengan memfasilitasi budaya "berani gagal". Karyawan didorong untuk mengambil risiko, belajar dari kegagalan, dan terus mencoba pendekatan baru dalam mencari solusi. Google memperhatikan pentingnya memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan bagi karyawan untuk menciptakan inovasi yang berarti.

5. Pemimpin yang Mendorong dan Memberdayakan

Pemimpin di Google berperan penting dalam menciptakan budaya kerja yang inspiratif. Mereka berperan sebagai pembimbing, pendukung, dan pendorong bagi karyawan mereka. Pemimpin di Google mempromosikan transparansi, mendengarkan ide-ide karyawan, dan memberdayakan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka. Ini menciptakan atmosfer yang mendukung perkembangan pribadi dan profesional karyawan.

Budaya kerja ala Google telah membuktikan keberhasilannya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan kreativitas. Kebebasan, kolaborasi, fokus pada kesejahteraan karyawan, inovasi, dan pemimpinan yang memberdayakan adalah elemen utama dari budaya kerja Google. Ketika diterapkan dengan bijaksana, prinsip-prinsip ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang menginspirasi, mempercepat pertumbuhan, dan menghasilkan hasil yang luar biasa.

Sumber: https://sleekr.co/ https://riliv.co/etc


Friday, June 9, 2023

Inisiatif vs. Arahan: Mengelola Peran Penting di Organisasi Perusahaan

Dalam organisasi perusahaan, penting untuk mengelola peran antara inisiatif dan arahan dengan bijaksana. Keduanya memiliki peran yang berbeda dan saling melengkapi dalam mencapai tujuan perusahaan. Memahami perbedaan antara inisiatif dan arahan, serta bagaimana mengintegrasikan keduanya dengan efektif, merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif. Artikel ini akan menjelaskan konsep inisiatif dan arahan, serta memberikan panduan dalam mengelola keduanya di organisasi perusahaan.

Arahan VS Inisiatif


Pengertian Inisiatif dan Arahan:

Inisiatif mengacu pada kemampuan individu atau tim untuk mengambil tindakan secara proaktif, mengidentifikasi peluang baru, dan mengembangkan ide-ide kreatif untuk mencapai tujuan perusahaan. Inisiatif memungkinkan para anggota tim untuk berpikir out-of-the-box dan mengambil langkah-langkah inovatif tanpa arahan langsung.

Di sisi lain, arahan adalah petunjuk yang diberikan oleh pimpinan atau atasan kepada anggota tim untuk melaksanakan tugas tertentu. Arahan memberikan panduan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan batasan-batasan yang ada. Arahan membantu memastikan kesesuaian dengan kebijakan perusahaan dan mencapai hasil yang diinginkan.

Manfaat Inisiatif:

a. Inovasi: Inisiatif mendorong terciptanya ide-ide baru, pendekatan yang inovatif, dan solusi kreatif dalam mengatasi masalah yang dihadapi perusahaan.

b. Motivasi: Memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk merasa termotivasi dan memiliki kebebasan dalam mengekspresikan ide dan pemikiran mereka.

c. Pengembangan Karyawan: Inisiatif membantu dalam pengembangan keterampilan, kepercayaan diri, dan pemahaman yang lebih luas tentang berbagai aspek bisnis.

Manfaat Arahan:

a. Kepastian: Arahan memberikan petunjuk yang jelas dan harapan yang spesifik kepada anggota tim, mengurangi kebingungan dan ketidakpastian.

b. Koordinasi: Arahan membantu dalam mengarahkan upaya semua anggota tim ke arah tujuan yang sama, memastikan koordinasi yang efektif dalam mencapai hasil yang diinginkan.

c. Kepatuhan: Arahan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, aturan, dan regulasi yang berlaku.

Mengelola Inisiatif dan Arahan:

a. Komunikasi yang Efektif: Penting untuk memiliki komunikasi yang terbuka dan jelas antara pimpinan dan anggota tim. Pimpinan perlu memberikan arahan yang jelas sambil memberikan ruang untuk inisiatif dan ide-ide kreatif dari anggota tim.

b. Delegasi yang Bijaksana: Delegasikan tanggung jawab kepada anggota tim yang mampu mengambil inisiatif dan menyelesaikan tugas dengan tingkat otonomi yang sesuai.

c. Budaya Penghargaan: Ciptakan budaya yang mendorong penghargaan dan pengakuan terhadap inisiatif dan ide-ide baru yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

d. Evaluasi dan Pemantauan: Penting untuk secara teratur mengevaluasi hasil dari inisiatif dan arahan yang diberikan, dan memastikan koreksi yang diperlukan.

Mengelola peran inisiatif dan arahan di organisasi perusahaan adalah tantangan yang perlu dihadapi dengan bijaksana. Menggabungkan keduanya secara seimbang dapat menciptakan lingkungan kerja yang kreatif, inovatif, dan efektif. Dengan memberikan ruang bagi inisiatif individu dan tim, sambil memberikan arahan yang jelas, organisasi perusahaan dapat mengoptimalkan potensi dan mencapai hasil yang diinginkan.