Sunday, October 10, 2021

Mitos Desa Kendaldoyong Petarukan


Kendaldoyong adalah sebuah desa di kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini dinamakan demikian karena konon kabarnya dulu di tempat ini tumbuh subur pohon kendal (nama latin: Cordia dichotoma) yang miring (bahasa Jawa: doyong), tetapi pohon ini kini hanya tinggal nama. Nama Kendaldoyong ini dikenal setelah pemerintahan Kendaldoyong berdiri. Desa Kendaldoyong adalah salah satu desa dari 20 desa/kelurahan di wilayah kecamatan Petarukan.

Kerajaan Sebelum Berdirinya Desa

Konon di desa Kendaldoyong dulunya pernah berdiri perkampungan bernama pegajahan (cerita dari om Jono salah satu sumber saya setelah saya publis mitos ini) dan jauh sebelum itu pula mitosnya di daerah tersebut berdiri sebuah kerajaan yang makmur (ini cerita dari alm orang tua saya), soal kerajaannya apa dan pada tahun berapa berdirinya tidak ada informasi jelas mengenai kerajaan tersebut. Tetapi dari seseorang sesepuh saya pernah diceritakan bahwa dahulunya Kendaldoyong memiliki kerajaan kaya nan makmur karena lokasi sangat strategis berada dipesisir laut pantai utara/laut jawa dengan sisi-sisinya terdapat sungai nan luas. Jadi jika dulu terdapat kerajaan sebenarnya wajar apalagi terdapat tempat ramai dengan air yang melimpah untum mempermudah irigasi dan kegiatan kemaritiman sebuah kerajaan. Bahkan di sisi utara kali comal kalo kita liat maps-maps jadul disitu terdapat sebuah dermaga, tetapi ketika dicek langsung tidak ada dermaga tersebut.

Untuk menutup orang agar tidak dijadikan sasaran kerajaan-kerajaan kuno masa itu ( Mungkin bisa Majapahit, Pasundan dll) oleh raja yang berkuasa tersebut yang konon sakti mandra guna maka dia tanamkan sebuah tongkat kayu yang mungkin kalau kayu tersebut adalah kayu dari pohon kendal yang mana ketika ditanamkan oleh raja mandraguna tersebut adalah kayu tersebut menjadi sebuah pohon dan memiliki nilai magis menyembunyikan kerajaan tersebut sehingga yang menjadikan asal-usul berdirinya desa tersebut karena tidak mungkin sesuatu desa terlahir dari sesuatu hal yang biasa aja. Bahkan lama kelamaan kerajaan tumbuh menjadi hutan liwang-liwung yang tidak banyak diketahui orang lain bahkan warganya sendiri.

Keterkaitan dengan desa Kandang

Pernah mendengar kalo ada teman atau kenalan yang mau berkunjung ke Desa yang melewati Desa Kandang Baik itu Santren, Ulujami atau Kendaldoyong, Petarukan bakalan kesasar dan muter-muter jalan desa Kandang?

Soal cerita Jalan desa Kandang yang sering membuat orang kesasar sendiri ternyata ada mitos yang memang sudah menjadi cerita turun temurun di desa Kandang sendiri.

Begini ceritanya: Menurut penuturan orangt-orang sepuh asal mula Desa Kandang sendiri karena ketika kamu pertama kali kewilayah Desa Kandang, kamu bakal kesulitan untuk mengingat jalan keluar desa, kamu bakalan muter-muter kemudian nyasar dan balik lagi ke desa Kandang makanya kenapa desa tersebut dinamakan desa Kandang yah banyak yang kejadian seperti cerita saya di atas meski itu belum bisa menjadikan fakta tanpa anda membuktikannya sendiri.

Yang bahkan Desa ini sendiri konon dianggap sebagai pintu masuk untuk memasuki kerajaan yang hilang tersebut dengan gerbang ghaib pohon besar di pasar tambeng desa kandang jadi gak sembarangan orang dapat memasuki kerajaan hilang tersebut bahkan sampai sekarangpun meski sudah ada google maps ketika lewat sekitar sekandang masih buat orang nyasar (Entahlah).

Iringan Kuda Tengah Malam

Pernah dengar iringan kuda disekitaran jalan kendaldoyong sampai sekitaran jalan pesantren? naah konon suara kuda-kuda misterius dengan bunyi lengkingan kuda dan gemerincing lonceng kuda ini adalah suara dari iringan kuda kerajaan tempo dulu yang entah kenapa tetap eksis waktu kecil dulu, sekarang sudah tidak pernah denger lagi oiya soal kuda ini suaranya terdengar cukup nyaring bahkan dulu stu kampung bisa mendenrakan suara kuda ini. Cuman ya karena dianggapnya kuda biasa jadi tidak terlalu anggap serius, tetapi jalanan tidak ada bekas adanya langkah dari iringan kuda tersebut.

Burung Kerajaan

Pernah lihat burung perkutut yang terbang bebas disekitaran sungai comal? warnanya agak keputihan katanya ini juga salah satu peliharaan kerajaan, coba searching via google atau yahoo searc. Kerajaan-kerajaan kuno pasti tidak akan lepas dengan kuda, selain kuda ada perkutut. Bahkan dikerajaan-kerajaan jawa lain ada yang mengatakan kalau burung perkutut ini merupakan jelmaan dari pangeran.

Nah itu pulalah yang membuat mitos ini serasa benar tetapi perlu riset lebih mendalam.

Itu saja cerita saya yang disadur dari "katanya" soal kebenaran tidak bisa dipastikan, barangkali ada yang mau menambahkan silahkan komen di bawah. Terima kasih #CMIIW

1 comment: